Amira, Mimpi Indah Yang Menyelimuti Jiwaku Selama 42 Bulan

Amira... Duhai mimpi terindah yang menyelimuti jiwaku selama 42 bulan. Duhai kemilau cahaya yang menerangiku dari Puncak Surga.   Amira... Duhai nama yang menjadi bunga terakhir yang aku miliki dalam Oase dan kebunku yang kini tak lagi berbunga. Duhai Anugerah terakhir yang ku miliki yang kini telah berpaling. Duhai kenangan indah tamanku yang rimbun. Duhai mega merah yang

Taman surga yang dirindukan

Gundah gulana hati ini, air mata yang terus membasahi pipi, saat aku teringat dia bersama orang lain, inikah sakitnya dihianati, terlebih lagi dihianati oleh orang yang di cintai, aku takbisa lagi bangun dari tempat tidur ini, dunia ini seakan terhenti, sudah lebih dua hari aku tergeletak di kamarku, titutilu,titutilu,

Sebuah Jenuh Tarian Pohon Kurma

Oleh : Imam Abdullah El-Rashied, Mahasiswa Fakultas Syari'ah – Imam Shafie College, Hadhramaut – Yaman. Ketika awal aku menginjakkan kaki di Kota Mukalla, takjub dan tiada percaya diri ini benar-benar berada di Negri Impian. Namun tak jarang pula rasa Jenuh dan Resah menenggelamkanku dalam kesendirian yang Sepi nan Sunyi. Tak ada HP