Biografi Imam Fakhruddin Ar-Rozi Syaikhul Ma’qul Wal Manqul
Oleh: Ibraheem Shafei
Mahasiswa Fakultas Ilmu Syariah Di Imam Syafi’i College, Hadhramaut, Yaman
Dialah imam Mutakallim Benteng Ahlussunnah Wal Jama’ah Saykhul Ma’qul Wal Manqul Abu Abdullah Muhammad Bin Umar Bin Husain Fakhruddin Ar-Rozi Al-Bakri Ath-tamimi Al-Qorsi Ath-tobrostan Asy-Syafi’i,
Al-Imam Ar-Rozi di kenal di kota Ar-Roy karna ayah kandungnya Al-Imam Ar-Rozi iyalah Al-Imam Diya’uddin adalah termaauk orang yang paling alim di kota Ar-Roy dan juga ayah kandungnya al-Imam Ar-Rozi menjabat sebagai Khotib di kota Ar-Roy,
Ar-Rozi jika di nisbatkan pada Roy iyalah tidak menyamakan dengan apapun, tapi Ar-Rozi jika di tambah dengan huruf za’ dan ya’ maka di nisbatkan pada kota Marwazi,
jika penisbatan kepada Al-Bakri iyalah kepada Saydina Abi Bakar Asy-Siddiq Rodiyollahu’anhu iyalah dari bangsa Tamim dan Qurosi, Ar-rozi iyalah dari Arobi Shomim,
-Kelahiran Imam Ar-Rozi
Al-Imam Ar-Rozi di lahirkan di kota Roy di negara Iran pada tahun 543 H / 1148 M. Dan ayah Al-Imam Ar-Rozi yaitu Al-Imam Diya’uddin pertama kali menjadi gurunya Al-Imam Ar-Rozi dan Al-Imam Ar-Rozi menyibukkan dirinya belajar Ilmu Usul kepada ayahnya, dan ayahnya Al-Imam Ar-Rozi pernah belajar kepada Al-Imam Abil Qosim Al-Anshori dan Al-Imam Abil Qosim Al-Anshori pernah belajar kepada Al-Imam Haromain Al-Juwaini dan Al-Imam Haromain Al-Juwaini pernah belajar kepada Al-Imam Abi Ishaq Al-Isfiroyini dan al-Imam Abi Ishaq Al-Isfiroyini pernah belajar kepada Al-Imam Abil Husain Al-Bahili dan Al-Imam Abil Husain Al-Bahili adalah salah satu muridnya Al-Imam Abul Hasan Al-Asy’sri sehingga Al-Imam Ar-Rozi belajar ilmu Usul Sanadnya Sampai kepada Al-Imam Asy-Syafi’i,
-Perjalanan ilmiyahnya Al-Imam Ar-Rozi
Al-Imam Ar-Rozi setelah belajar kepada ayah kandungnya Al-Imam Diya’uddin, Ar-Rozi pergi kepada Syekh Kamal As-Samnani untuk menimba ilmu kepadanya, Al-Imam Ar-Rozi setelah memperoleh ilmu dari Al-Imam Kamal As-Samnani Ar-Rozi kembali ke negara kelahirannya Ar-Roy dan Ar-Rozi belajar kepada Al-Imam Majiduddin Al-Jaili salah satu muridnya Muhammad Bin Yahya, dan Muhammad Bin Yahya murid dari Hujjatul Islam Al-Imam Ghazali, Akan tetapi Ar-Rozi ketika mencari ilmu tertarik kepada Al-Imam Sihabuddin As-Sahrowardi Al-Filsuf, dan setelah Ar-Rozi memperoleh ilmunya Ar-Rozi pergi kepada Al-Imam Al-Jaili dan Ar-Rozi tidak menyombongkan dirinya,
Al-Imam Ar-Rozi juga pernah belajar kepada Al-Imam Ath-Tobasi pengarang kitab Al-Ha’iz Fil ilmi Ar-Ruhani dan Ar-Rozi juga pernah belajar kepada Al-Imam Walid Qodi Marnad, Al-Imam Ath-Tobasi dan Al-Imam Walid Qodi adalah orang yang paling mashur menulis Biografinya Al-Imam Ar-Rozi, setelah Ar-Rozi menuntut ilmu kepada guru-gurunya Ar-Rozi, baik di bidang ilmu kedoktetan dan ilmu Arobiyah, Ar-Rozi bisa sampai mensyarahkan kitab Al-Qonun karya Al-Imam Ibnu Sina dan juga kitab Ath-Tib Al-Kabir dan kitab At-Tasrih Min Ar-Ro’si Ilal halqi dan juga kitab Siqtu Az-Zandi karya Al-Imam Abi Al-A’la’ dan kitab Syarah Nahju Al-Balaghah yang di nisbatkan kepada Saydina Ali dan juga mensyarahi kitab Al-Muharror Fi Haqoiqin Nahwi dan meringkas kitab Asrorul Balaghah karya Al-Imam Al-Jurjani dan juga kitab dalail al-i’jaz.
Al-Imam Ar-Rozi hidup di masa yang sangat susah skali setelah di tinggal ayah tercintanya Al-Imam Diya’uddin, setelah ayahnya Al-Imam Ar-Rozi wafat, Al-Imam Ar-Rozi menglilingi banyak negara seperti negara iran dan turikistan sama afghanistan dan juga negara india, setelah Al-Imam Rozi sampai di kota hurroh dan di sana Al-Imam Ar-Rozi menemukan keridoan yang sesungguhnya.
-Komentar Ulama’ tentang Al-Imam Ar-Rozi
1. Al-Imam Ibnu Abi Ushoibi’ah berakat: Al-Imam Ar-Rozi badannya sangat besar dan tegak tubuhnya dan sungguh lebat jenggotnya dan suaranya sungguh bijaksana dan mulia, Al-Imam Ar-Rozi menjadi khotib di kota Ar-Roy dan di beberap negara lainnya, sungguh ketika Al-Imam Ar-Rozi berbicara di atas mimbar pembicaraannya penuh hikmah, ada dari manusia di kota Roy bertujuan untuk memusuhi Al-Imam Ar-Rozi di setiap penjuru, dan juga mereka sibuk untuk memusnakan Al-Imam Ar-Rozi, bahkan dari salah satu mereka untuk memberhentikan Al-Imam Ar-Rozi sebagai khotib,
Al-Imam Ar-Rozi sungguh bagus ungkapannya dan mahir bercakap, Al-Imam Ar-Rozi sungguh kuat pemikirannya dalam bidang ilmu kedokteran dan mengetahui adab, Al-Imam Ar-Rozi juga adalah penyair dengan bahasa farosi dan arobi.
2. Al-Imam Ash-Shofadi berkata: Al-Imam Ar-Rozi mempunyai 5 Hal, pertama: Ar-Rozi sungguh luas percakapannya di bidang ilmu teologi (ilmu kalam), kedua: Ar-Rozi sungguh jerni akalnya, ketiga: Al-Imam Ar-Rozi suka mempelajari ilmu teologi (ilmu kalam), keempat: Al-Imam Ar-Rozi sungguh luas hafalannya, kelima: Al-Imam Ar-Rozi mempunyai ingatan dan pemikiran yang sangat kuat dengan dalil burhannya (dalil al-qur’ani)
3. Al-Imam Al-Yafi’i juga berkata: Al-Imam Ar-Rozi telah hafal kitab Asy-Samil karya Al-Imam Haromain Al-Juwaini dan Al-Imam Ar-Rozi juga hafal kitab Al-Mustasfa karya Hujjatul islam Al-Ghazali dan juga Ar-Rozi hafal kitab Al-Mu’tamad karya Al-Imam Abi Husain Al-Basri Al-Mu’tazili.
4. Al-Imam Tajuddin As-Subki berkata: Al-Imam Ar-Rozi sunguh slalu unggul dan tinggi sebagai ulamak ahlus sunnah wal jama’ah di masanya dan para kelompoknya.
-Marhalah Ilmiyahnya Al-Imam Ar-Rozi
inilah sungguh jelas perjalan Al-Imam Ar-Rozi untuk memenuhi perjalanan hidupnya, Al-Imam Ar-Rozi pertama kali menuntut ilmu sunggu pahit skali dan kesunggugan yang tiada tara olehnya di masa terpecahnya suatua golongan ummat, dan juga munculnya orang-orang yang suka mengkafirkan dan membid’ahkan dan kelompok orang awam untuk membungkam ahlus sunnah wal jama’ah dan para ahli ilmu, dan juga khususnya negara bagian timur yang telah mematangkan ilmu retorika (ilmu akal) dalam perkembangan ilmu-ilmu riwayat dan memahamkannya.
-Imam Ar-Rozi mendapat anugerah besar
Beliau Imam Ar-rozi memperoleh kedudukan yang tinggi yang tiada tandingnya, dan status kemasyarakatannya berubah dengan berubahan yang ketara, beliau Imam Ar-Rozi di beri gelar kekayaan yang lebih stelah melalui masa kemiskinan, kemudian beliau sering di kunjungi raja, dan Imam Ar-Rozi selalu berangkat untuk berdialog dan mengajar, dan memulai berkarya dan mengarang, kemudian karyanya Imam Ar-Rozi memenuhi di seluruh penjuru, dan juga karyanya di terima oleh banyak orang.
Imam Tajuddin As-subki telah memuji Imam Ar-Rozi dengan berikut ini: Imam Ar-Rozi dahulunya adalah orang yang melarat kemudian Imam Ar-Rozi di beri rizki yang melimapah, dan namanya sungguh terkenal dan tersebar luas, dan banyak para pelajar berbagai negeri mendatangi Imam Ar-Rozi untuk menimba ilmu kepada beliau Imam Ar-Rozi.
-Akan tetapi periode tersebut tak sepenuhnya Imam Ar-Rozi di dalam kejernihan, dan betapa seringnya periode tersebut di penuhi kekeruhan, dan kekeruhan ini bermula setelah kemilau kemashuran Imam Ar-Rozi terang menderang, mungkin penyebab kekeruahan ini kiyan menjadi-jadi stelah kunjungan Imam Ar-rozi ke kota khowarizma tepatnya setelah perdebatan Imam Ar-Rozi dengan kaum mu’tazilah.
(insya allah penjelasan tentang hal ini akan kami bahas pada edisi akan datang), di mana ujian-ujian ini silih berganti menimpa Imam Ar-Rozi hingga menjelang akhir hayatnya, sebagaimana yang anda baca pada pembahasan detik-detik menjelang wafatnya Imam Ar-Rozi.
-Kebangkitan Imam Ar-Rozi yang gemilang stelah melalui masa-masa sulitnya, itu di mulai sejak hubungan dekat Imam Ar-rozi dengan beberapa hakim yang menjadikannya sebagai pegawai mahkamah, di mana wali kota khowarizma telah memberikan rumah kesultanan di provinsi Harah, yang mana menurut Imam Ibnu Abi Ushoibi’ah bahwasannya rumah tersebut adalah rumah terbesar dan termegah di provinsi Harah, dengan di penuhi berbagai macam-macam ornamen (hiasan) serta sering di jadikan tempat untuk mengadakan perayaan, dalam hal ini sulthan Sihabuddin Al-Ghowri sangat menghargai beliau Imam Ar-Rozi dan telah memberikan harta yang melimpah ruwah begitu juga karna hubungan dekat dengan pejabat pemerintah sehingga mereka sering memberikan hadiah sebagaimana kebiasaan mereka.
-Di kisahkan tentang hal yang meyebabkan kekayaan beliau Imam Ar-Rozi, sesungguhnya Imam Ar-Rozi ketika kembali ke kota Ray setelah kunjungannya ke kota khowarizma bahwasannya di Ray ada sesorang dokter yang mahir yang mempunyai harta melimpah dan dua putri sedangkan Imam Ar-Rozi mempunyai dua putra, kemudian dokter tersebut tertimpa sakit dan menikahkan kedua putrinya dengan kedua putranya Imam Ar-rozi, tak lama stelah itu dokter tersebut meninggal dunia sehingga seluruh hartanya di berikan kepada Imam Ar-Rozi..
-Hubungan dekat Imam Ar-Rozi dengan raja dan para mentri tidak seperti yang terlintas di benak kita dengan menjilat membujuk dan meminta pangkat dan harta kepada mereka, akan tetapi justru Imam Ar-Rozi termasuk pembesar ulamak dan mempunyai wibawa yang sangat besar serta di terima di semua kalangan, justru hal inilah yg membuat para pejabat senang mendekatinya sehingga hal ini yang di pandang oleh para pejabat dengan kedekatan mereka kepada Imam A-rozi sehingga mereka bisa di terima di hati rakyat.
-Bagi orang yang menekuni sejarah Imam Ar-Rozi dengan para pejabat maka dia tidak akan menekuni Imam Ar-Rozi mendekati pintu para mentri dan hakim, akan tetapi Ima Ar-rozi selalu mengisi majlisnya dengen nasihat dan tausiyah berikut adalah gambaran majlis beliau Imam Ar-Rozi bersama pejabat:
-Imam Ibnu Abi Ushoibi’ah meriwayatkan dari Syamsuddin Muhammad Al-Wattar Al-Musholli bahwasannya Imam Ar-Rozi setelah aba ke 6 Hijriyah di kota Ray Harah di mana Imam Ar-Rozi mengunjungi kota Harah dari kota Bamayyan sedangkan saat itu beliau memiliki wibawa sangat besar, nah ketika Imam Ar-Rozi tiba di kota Harah Beliau Imam Ar-Rozi di temui oleh rajanya yang bernama Husain Bin Khormain yang sangat menghormati dan memulyakan Imam Ar-rozi, bahkan sang raja membuatkan mimbar dan sajadah khusus untuk beliau Imam Ar-Rozi di masjid jamik kota Harah sebagai majlis baru Imam Ar-Rozi, bahkan beliau Imam Ar-Rozi mempunyai jadwal khusus mengisi pengajian di majlis yang kian mashur itu di mana kanan dan kirinya Imam Ar-Rozi di dampingi oleh para pejabat yang memegang pedang, sulthan Husain Bin Khormain sang penguasa kota Harah suatu ketika memasuki majlis tersebut dengan mengucapkan salam hingga Imam Ar-Rozi mempersilahkan raja untuk duduk di dekatnya, di waktu yang sama pula sulthan Mahmud keponakan Sihabuddin Al-Ghowri sang penguasa kota Fairuskuh hadir ke majlis tersebut dan mengucapkan salam hingga Imam Ar-Rozi mempersilahkan duduk di sampingnya, kemudian Imam Ar-Rozi menyampaikan pengajiannya dengan bahasa yang fasih dan baku.
-Teks menunjukkan bahwa Imam Ar-Rozi di majlis tersebut sebagai Imam sedang para raja menjadi pengikutnya.
-Adapun kabar yang kedua adalah yang di sebut oleh Imam As-subki dalam kitab tobaqot As-syafi’iyah sebagaoman beliau sebutkan, bahwasannya suatu ketika Imam Ar-Rozi memberikan ceramah yang di hadiri oleh sulthan Sihabuddin Al-Ghowri, pada saat itu tiba-tiba secara spontan dan tanpa sadar Imam Ar-Rozi berkata duhai para raja kerajaanmu tidaklah kekal tak pula ketertipuan Imam Ar-Rozi juga kekal sedangkan tempat kembali kita kepada Allah SWT, seketika itu pula sang raja pun menangis.
-para murid dan karangan Imam Ar-Rozi:
Di satu sisi Imam Ar-Rozi telah Allah anugrahi kebahagian (keberhasilan) dalam murid-muridnya, di sisi lain warisan keilmuan yang ikhlas karna Allah yang menjadi warisan paling berharganya sebagaimana Imam Ar-rozi sebutkan dalam wasiatnya, dua hal inilah yang menjadi penyejuk hati Imam Ar-Rozi yang panas karna bertikai dengan lawan dan musuhnya.
-Adapun para muridnya Imam Ar-Rozi kebanyakan di antara mereka menjadi ulamak besar dan pengaruh di masanya sebagaimana halnya Imam Ar-Rozi, di antara mereka adalah,
1. Syekh Quthbuddin Ar-Rozi yang merupakan seorang filsuf dan dokter.
2. Syekh Atsiruddin Al-Abhari pengarang kitab Hidayatul Hikmah.
3. Syekh tajuddin Al-Armawi pengarang kitab Al-Hasil ringkasan dari kitab Al-Mahsul.
4. Syekh Syamsuddin Al-Khoyubi yang telah menyempurnakan kitab Tafsir Al-kabir.
5. Syekh Syamsuddin Al-Khosruwasyahi seorang pakar ilmu fiqih dan usulnya yang telah menyempurnakan kitab Al-Ayat Al-Bayyinat karya Imam Ar-Rozi.
-Imam Tajuddin As-Subki berkata: Imam Ar-Rozi di kunjungi oleh orang dari berbagai penjuru dunia untuk menimba ilmu kepada Imam Ar-Rozi, biasanya Imam Ar-Rozi ketika menunggangu kendaraan beliau di kawal 300 ulamak fiqih dan ulamak lainnya, Imam Ar-Rozi sangat semangat sekali untuk mempelajari ilmu sedangkan teman-teman Imam Ar-Rozi sangat menghormati dan menjunjung tinggi Imam Ar-Rozi karna kewibawaannya Imam Ar-Rozi yang sangat luar biasa.
-karya Imam Ar-Rozi:
Ibnu Kholkan berkata dalam memuji karya-karyanya Imam Ar-Rozi: semua karyanya Imam Ar-Rozi sangat indah sekali dan tersebar di seluruh penjuru dunia sedangkan beliau Ima Ar-Rozi mendapatkan kebahagiaan yang agung di balik itu semua bahkan orang-orang di masa beliau Imam Ar-Rozi menyibukkan diri untuk menekuni kitab-kitab tersebut, kemudian menelantarkan kitab-kitab ulamak terdahulu tak lain karna Imam Ar-Rozi membuat metode yang baru dalam penyusunan kitabnya yang tidak pernah ada sebelumnya.
-Fan keilmuan dalam karyanya Imam Ar-Rozi:
1. Dalam Bidang Tafsir Imam Ar-Rozi Menulis Beberapa Kitab Yang Di Antaranya Yang Paling Terkenal Adalah “At-Tafsir Al-Kabir” Atau Yang Lebih Di Kenal Dengan Nama “Mafatihul Ghoib”
2. Dalam Bidang Akidah Beliau Imam Ar-Rozi Banyak Karangannya Di Antaranya Yang Paling Terkenal Adalah “Al-Arba’in Fi Usuluddin” “Ta’sis At-Taqdis” “Tahsil Al-Haq” “Al-Ma’alim Fi Usuluddin” “Nihayatul Uqul Fi Diroyatul Usul”. Imam Ar-Rozi Juga Mempunyai Kitab Yang Menjelaskan Tentang Al-Asma’ul Husna Yaitu “Lawami’ Al-Bayyinat Fi Sarhi Asma’ Allah Al-Husna Was Shifat.
3. Dalam Ilmu Mantiq, Filsafat dan Akhlaq Beliau Imam Ar-Rozi Mempunyai Kitab Di Antaranya Yang Paling Terkenal Adalah Kitab “Al-Ayat Al-Bayyinat Fi Al-Mantiq” Penjelasan Kitab “Al-Isarot” Dan Kitab “Uyun Al-Hikmah” Milil Imam Ibnu Sina, Dan Juga “Al-Mabahist Asy-Syarqiah” Dan Kitab “An-Nafsu Wa Ar-Ruhu” Dan Juga Kitab “Al-Matholib Al-Aliyah” Yang Merupakan Karya Terakhir Imam Ar-Rozi Yang Menggabungkan Antara Ilmu Akidah Dan Ilmu Filsafat.
4. Dalam Ilmu Fiqih Dan Usulnya Beliau Imam Ar-Rozi Mempunyai Banyak Karangan Kitab Di Antaranya “Al-Ma’alim Fi Ushul Al-Fiqh” Kitab “Al-Mahsul” Dan Penjelesan Kitab “Al-Wajiz” Karya Imam Abu Hamid Al-Ghazali.
5. Di Bidang Ilmu Gramatika (Ilmu Bahasa) Beliau Imam Ar-Rozi Mempunyai Karangan Di Antaranya “Syarah Shiqtu Az-Zandi Lil-Muarri” Dan “Syarah Nahju Al-Balaghah” Yang Di Nisbatkan Kepada Sayyidina Ali RA, Dan Juga Kitab “Al-Muharror Fi Haqhoiq An-Nahwi” Dan Kitab “Nihayah Al-Ijaz Fi Diroyah Al-Ijaz”
6. Dalam Ilmu Sejarah (Histori) Beliau Imam Ar-Rozi Mempunyai Kitab Di Antaranya “Fadhoil Al-Ashab” Dan Kitab “Manaqib Al-Imam As-Syafi’i”
7. Dalam Ilmu Olah Raga Dan Ilmu Falak (Astronomi) Beliau Imam Ar-Rozi Mempunyai Kitab “Al-Handasah” Dan Kitab “Risalah Fi Ilmi Al-Hai’ah”
8. Dalam Ilmu Perobatan Dan Ilmu Firasat Beliau Imam Ar-Rozi Mempunyai Kitab “Al-Asrobah” Dan Kitab “At-Tasrih Min Ar-Ro’si Ila Al-Halqi” Dan Juga Penjelasan Kitab “Qonun” Dan Penjelasan Kitab “At-Tib Al-Kabir” Milik Syekh Ibnu Sina.
9. Dalam Ilmu Sihir Beliau Imam Rozi Mempunyai Kitab “As-Sir Al-Maktum” Imam Ibnu As-Subuki Tlah Meneliti Bahwa Kitab “As-Sir Al-Maktum” Milik Imam Rozi Bukan Kitab Yang Menjelaskan Tentang Sihir.
Al-Imam Al-Ustadz Sholih Az-Zurkan Tlah Menjelaskan dalam Kitabnya “Fakhruddin Ar-Rozi Wa ‘Arouhu Al-Kalamiyah Wa Al-Falasafiyah” Kitab Ini Menjelaskan Tentang Imam Rozi Dan Pemikirannya (Rasio) Imam Rozi Tentang Ilmu Kalam Dan Ilmu Filsafat.
Al-Imam Al-Ustadz Sholih Az-Zurkan Tlah Mengiraikan (Klarifikasi) Tiga Kitabnya Imam Rozi, Pertama Penjelasan Kitab “Uyun Al-Hikmah”
Kedua Kitab “Al-Isarot” Dan Yang Ketiga Kitab “Al-Mulakhis”.
Imam Rozi Berhenti Di Pertengahan Ketika Menpelajari Ilmu Sihir, Sungguh Imam Rozi Menghasilkan Kemanfa’atannya Ilmu Sihir Daripada Kebahaya’annya.
Imam Sholih Az-Zurkan Tlah Membedakan Di Antara Imam Rozi Menekuni Ilmu Sihir Dengan Menpelajari Ilmu Sihir.
-Ujian Dan Coba’an Yang Tlah Menimpa Imam Rozi:
Paragraf (Alenia) Ini Memiliki Makna Yang Sangat Signifikansi (penting) Karna Kitab Ta’sis Ath-Taqdis Ini Memiliki Kesinambungan Yang Erat Skali.
Barngkali Lebih Pentingnya Sebab-Sebab Berkecamuknya Fitnah Dan Ujian Di Sekelilingnya Imam Rozi, Ialah di Karenakan Imam Rozi Mempunyai Ilmu Pengetahuan Yang Luhur Dan Mampu Menghentikan Pertikaian Dari Segala Arah, Sampai Imam Rozi Menjadi Pemimpin Ahlus Sunnah Wal Jamaah, Sungguh Engakau Akan Mengetahui Musuhnya Imam Rozi Yang Menentang Kepada Imam Rozi, Dan Orang Yang Menyulitkan Imam Rozi Mereka Adalah Dari Kelompok Islam Yang Berbeda Akidahnya Dengan Imam Rozi Mereka Semua Juga Hidup Di Masanya Imam Rozi.
Cobaan Dan Ujian Itu Slalu Melekat Kepada Imam Rozi, Dan Ujian Itu Ternyata Dari Saudaranya Sendiri Yaitu Syekh Ruknuddin, Syekh Ruknuddin Adalah Sosok Seorang Yang Iri Hati Dan Benci Kepada Imam Rozi, Al-Imam Ibnu Abi Ushoibi’ah Mensifati Kepada Syekh Ruknuddin, Bahwa Syekh Ruknuddin Adalah Orang Yang Membabi Buta Yang Banyak Ikut Campur, Dan Syekh Ruknuddin Selalu Mengikuti Imam Rozi Di Belakangnya, Dan Menyengaja Mengahadap Kepada Imam Rozi Di Negara Manapun Imam Rozi Bertujuan Untuk Mengkeji Imam Rozi, Dan Juga Orang Yang Hatinya Kacau Tlah Membodohkan Imam Rozi Dengan Tulisan Mereka Dan Pandangan Dan Juga Dengan Ucapan Mereka Sendiri, Dan Dia Syekh Ruknuddin Berkata: Saya Lebih Alim Daripada Imam Rozi Dan Juga Lebih Besar Dan Lebih Banyak Mengetahui Masalah Perkhilafan Dan Usulnya, Acap Kali Para Manusia Pun Berkata: Fakhruddin Adalah Fakhruddin, Kami Tidak Mendengar Nama Siapa Syekh Ruknuddin Itu.?
Dan Syekh Ruknuddin Mempunyai Karangan, Dalam Karangannya Dia Berkata: Karangan Ini Lebih Bagus Daripada Karangannya Imam Rozi.
Dan Suatu Kelompok Terheran Apa Yang Di Perbuat Syekh Ruknuddin, Kemudian Mereka Menghina Syekh Ruknuddin Dan Mensifati Dengan Hinaan.
Setelah Kesulitan Slalu Menimpa Imam Rozi, Karna Penyebab Saudaranya Sendiri Sama Sekali Tidak Membekas Kepada Imam Rozi Justru Imam Sebaliknya Imam Rozi Yang Selalu Berbuat Baik Kepada Saudaranya.
Dan Imam Rozi Pernah Bertanya Kepada Saudaranya Tentang Kedudukannya Di Kota Ray, Terkadang Imam Rozi Bertanya Hal Lainnya Dan Menyambung Tali Persaudaraan Dengan Secukupnya, Justru Juga Sebaliknya Ketika Syekh Ruknuddin Di Tanya Tentang Imam Dia Berkata: Imam Rozi Ini Ilmu Pengetahuannya Sedikit Sekali, Dan Syekh Ruknuddin Tidak Berpindah Dari Tingkah Lakunya, Dan Tingkah Lakunya Syekh Ruknuddin Tidak Berubah Sampai Imam Rozi pergi Ke Kota Khuwarizmi Syah, Kemudian Imam Rozi Berpesan Kepada Saudaranya Untuk Menjadikan Suatu Benteng Ahlussunnah Wal Jamaah, Dan Menetapkan Dengan Penetapan Yang Baik.
Referensi.
1. Wafiyatul A’yan ( Juz 4, Hal, 252)
2. Al- Wafi Bil Wal Fiyat (Juz 4, Hal, 176)
3. Uyunul Anba’ Karya Imam Ibnu Abi Ushoibi’ah (Hal, 462)
4. Mir’atul Jinan Karya Imam Al-Yafi’i Al-Yamani (Juz 4, Hal, 8)
5. Thobaqot As-Syafi’iyah Al-Kubro Karya Imam Taqi’uddin As-subki (Juz 8, Hal, 85)
6. Sudrotut Dzahab Karya Imam Ibnul Imad (Juz 5, Hal, 21)
7. Tarikhul islam (Juz 43, Hal, 214)
8. Al-Abur Fi Khobar Min Ghobur (Juz 5, Hal, 4)
9. Atsarul Bilad Wa akhbarul Ibad (Juz 1, Hal, 154)
10. As-Suluk (Juz 1, Hal, 257)
11. Al-Kamil (Juz 10, Hal, 262)
12. Tarikh Imam Ibnu Al-Wardi (Juz 2, Hal, 113)
13. Al-Bidayah Wa AAn-Nihayah Karya Imam Ibnu Katsir (Juz 13, Hal, 20)
Di Sadur Dari Kitab Ta’sis At-Thaqdis Cetakan Dar Nur Sabah, Damaskus 2011 M.
Mukalla, 11 September 2016.
