Cahaya Dari Tarim

​Cahaya dari Tarim

Oleh : Moh. Nasirul Haq

Mahasiswa Fakultas Syariah -  Imam Shafie College, Mukalla, Hadhramaut - Yaman.
“Tarim” merupakan suatu daerah di Hadhramaut, Yaman. Dari kota inilah muncul cahaya ilmu yang menerangi dunia. Sebab kota ini sangat terpelihara dari hiruk pikuk kehidupan maka wajar saja saat Yaman sedang mengalami berbagai ujian perang desa ini tetap damai seakan tidak terjadi apa-apa. 
Penduduk Kota Tarim merupakan orang orang yang murah senyum dan santun. Dalam kesehariannya mereka sangat suka berkumpul di masjid masjid untuk sholat berjamaah dan membaca al qur’an, bahkan di kota ini terdapat sekitar 400 masjid. Sehingga jika adzan berkumandang semua orang bergerak langsung ke masjid masjid terdekat dengan kesadaran mereka sendiri. 

Selain rajin beribadah masyarakat tarim juga sangat senang dengan majelis khususnya majelis ilmu.
 Dikatakan bahwa dahulu tercatat di kota ini ada ratusan qabilah yang tinggal, dan paling kecilnya kabilah disebut “keluarga bahasyim” dari kabilah terkecil ini saja memiliki 40 mufti (pakar agama) maka tidak heran jika tarim juga disebut kota ilmu.
Di Kota Tarim tidak ada sekolah bertaraf internasional dengan fasilitas lengkap, tidak ada pula Gedung megah pencakar langit, dan tidak ada Hotel dan tempat shoping. Yang hanyalah “istana-istana tanah liat” yaitu bangunan bangunan sederhana terbuat dari tanah liat yang di dalamnya terdapat para pencari ilmu dari berbagai belahan dunia Amerika, inggris, Rusia, benua afrika, china, thailand, dan lain sebagainya.
Dari kota inilah muncul ulama ulama sekaliber dunia seperti al-Habib Abdurrahman Balfaqih yang bergelar “Alimud dun’ya”, Imam Abdullah al-Haddad shohib ar-Rotib, al-Habib Ali al-Habsyi shohib simtudduror, shohib Bughyah al-Mustarsyidin, dan masih banyak lagi yang pernah belajar kota kecil ini. Dan dikatakan oleh sultonul ilim al-Habib Salim asy-Syathiri bahwa Tarim merupakan daerah istimewa ke tiga setelah Makkah dan Madinah.

Atau yang terkenal di abad ini seperti Sultonul ilim al-Habib Salim asy-Syathiri, al-Habib Abu Bakar al-‘Adni, al-Habib Umar bin Hafidz, al-Habib Ali Masyhur bin Hafidz, al-Habib Ali al-Jufri, dlsb.
Sebenarnya kalau kita sedikit kroscek “Apa sebenarnya manhaj yang diajarkan oleh para ulama tarim sehingga bias tetap menelurkan ulama yang robbani hingga hari ini???” ada 5 (lima) Hal yang menjadi pilar system pendidikan ulama tarim yaitu :

 1. Tarbiyah (Pendidikan moral), 2.ilmu syar’ie (pendidikan ilmu syariat), 3.Tazkiyah (Pembersihan hati), 4.Mahabbah (cinta kasih), 

5.Dakwah ilalloh (mengajak kejalan alloh).

kelima modal ini yang kemudian dibawa oleh para alumni tarim dan menyebarkannya di seluruh dunia. 
Indonesia memiliki hubungan yang sangat erat dengan desa ini sebab sangat banyak sekali para ulama yang memang asli keturunan tarim yang berdakwah di Indonesia sejak zaman pra penjajahan hingga hari ini dan itu terbukti dengan banyaknya para habaib yang ada di Indonesia 90% merupakan keturunan orang Tarim.
Diantara beberapa ulama muda Indonesia alumni tarim yang terkenal aktif berdakwah sejak tahun 2000 an seperti:

Dari kalangan habaib; al-Habib Mundzir bin Fuadz al-Musawwa (Majelis Rosululloh, Jakarta), al-Habib Syeh Bin Salim Al Attos (Ma’had MASHAD, Sukabumi), al-Habib Idrus Al-Jufry (ma’had al khoirot, palu), Al-Habib Umar bin Muhsin Al-Attas (Ma’had Babul Khairot, malang), Al habib sholeh al attas (Majelis Nurus Surur, cawang), Al-Habib Salim bin Muhsin bin Jindan (Majlis Ibnu Jindan), al-Habib Jindan bin Jindan (Ma’had al Fakhriyah, Tangerang), Al-Habib Jamal Ba’agil (Majlis Ar Ridhwan, Malang), Al-Habib Sholeh Al Jufri (Ma’had Darul Mustofa, solo), Al-Habib Quraish Baharun (Ma’had AS-SIDQU, kuningan), Al-Habib Hasan Al Muhdlar (Majelis Ahbabul Mushtafa, Probolinggo), Al-Habib Muhammad al-Habsyi (Majlis DPI, Malang), Al-Habib Muhammad Al-Idrus (Majelis burdah, malang), Al habib Ali Al Kaff (Majlis Rasulullah, Banjarmasin), Al-Habib Muhammad bin Anis bin Syihab (Majlis Ar Ridhwan, Malang), Syeikh Fikri al-Kathiri (Dai muda, Jakarta), Habib Ali Zainal Abidin (Majelis Darul Murtadza, Malaysia), Al-Habib Idrus bin Yahya (Majelis Fiqh, Kudus). 
Dan banyak lagi

Dari kalangan kiai seperti ; KH.DR. Ainun Nadjib (Ma’had Mambaus sholihin, Gresik), Buya Yahya (Majelis Al Bahjah Cirebon), KH Reza Imam Mahrus (Ma’had LIRBOYO, Kediri), KH Ahmad Idris (Majelsis At Taisir, Palembang) KH A Hisyam Syafaat (Bank Darussalam, Banyuwangi), KH Aziz Mahuri (ketua RMI, Jombang), Ust. Rifqi Fauzi (RadioQU, Cirebon-Majalengka-Kuningan), KH Jakfar At-Tayyar Lc (Majelis Taklim, Brebes) KH Hafidz Hakim Nuruddin (Majelis Syubbanul Muslimin, Probolinggo), KH DR (Dosen STAINU, Cirebon) KH Sholeh bin Abdullah Abdun (Ma’had Daruttauhid, Malang) KH Maulana Bin Saif (Majelis al-Barokah wal Kheir, robolinggo), KH Alawi Bin Ubaidillah (Ma’had Langitan, Tuban), KH Asep jailani (penulis, bekasi) KH Saifuddin Suyuti (Ma’had Nurul ulum malang), KH Moh Khoiron (Majelis Pemuda bersholawat, Madura), KH Fauzan Al Kautsar (Ma’had al kautsar, kuningan), Ust. Murtadlo (Ma’had PIQ, Malang), ust Faris Khoirul Anam (Dai, Malang), Ust Wafa bin Haizul Maali (Ma’had Mishkatul Anwar, Sedan Rembang) ust. Mohammad Arif (Ma’had Assunniyah, Sedan Rembang) ust H Moh Nadief (Ma’had Surul Sidoarjo). Dan banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Leave a Reply